Unit Pekerjaan (Satgas) Antimafia Bola Polri merencanakan menyebut Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. Dia akan diminta info menjadi saksi berkaitan skandal penyusunan score sepak bola Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Penduduk Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, kontrol pada Gubernur Sumatera Utara itu adalah usaha untuk membungkam pendapat terdapatnya sindikat mafia yang mengendalikan score laga sepak bola di Indonesia.

“Belumlah (dicheck), tetapi Pak Ketua PSSI dengan eksplisit telah berikan jika Beliau begitu junjung serta memiliki komitmen akan membantu untuk bongkar mafia bola di Indonesia,” tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/1/2018).

Satgas Antimafia Bola Polri sudah awal mulanya sudah mengecek Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria. Dedi menjelaskan, pejabat PSSI sudah janji akan memberi info serta data suport pada penyidik untuk memberantas mafia bola.

“Dlm minggu-minggu ini Sekjen akan beri penambahan data ke penyidik. Pada prinsipnya Sekjen PSSI begitu kooperatif menolong Satgas dlm membuka mafia bola ini sampai ke akar-akarnya,” katanya.

47 Laporan
Dedi mengutamakan, kontrol pejabat PSSI itu untuk memahami beberapa peraturan dari tiap-tiap laga sepak bola di Indonesia. Misalnya masalah agenda laga sampai tehnis lainnya di Liga 3, Liga 2, serta Liga 1.

Selanjutnya, Dedi mengemukakan, sehari-hari Satgas Antimafia Bola akan mengecek saksi-saksi berkaitan skandal penyusunan score laga sepak bola di Indonesia. Sekurang-kurangnya ada 47 laporan yang dilakukan tindakan oleh Satgas berkaitan match fixing itu.

“Ke depan telah dibikin gagasan untuk mengundang kembali beberapa saksi untuk berantas mafia bola. Wasit serta pemain telah dibikin gagasan pemanggilan minggu ini sampai minggu kedepan,” kata Dedi.

Selama ini polisi sudah mengambil keputusan 4 orang menjadi terduga dlm masalah penyusunan score. Mereka ialah bekas Ketua Asprov PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, bekas anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto serta anaknya, Anik Yuni Artika Sari yang disebut wasit futsal.

Ke empat terduga dijaring dgn pendapat tindak pidana penipuan serta atau penggelapan serta atau tindak pidana suap serta atau tindak pidana pencucian uang seperti disebut dlm Masalah 378 KUHP serta atau Masalah 372 KUHP serta atau UU No 11 Tahun 1980 mengenai Tindak Pidana Suap serta atau Masalah 3, 4, 5, UU Nomer 8 Tahun 2010 mengenai TPPU.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini